Tuesday, May 8, 2007

Kuasai dan Amankan!


Saat masih sekolah di SMP hingga kuliah dulu, saya masih ingat doktrin wawasan nusantara. Lucunya, saya saat itu tak paham implementasi dasar pemahaman atas wawasan nusantara tersebut. Lucunya lagi, saya mulai paham ketika berusaha memahami soal sisi politik energy Indonesia saat geger perang Afghanistan!


Indonesia adalah negara yang berpenduduk mayoritas muslim. Dan sesuai konsep wawasan nusantara, Indonesia terletak secara strategis di antara dua benua.

Indonesia yang berpenduduk mayoritas muslim ternyata memiliki potensi pertambangan yang sangat luar biasa; di antaranya pada sektor migas. Walau memiliki potensi yang luar biasa untuk kepentingan dalam negeri Indonesia, penguasaan sektor migas ternyata tidak dikuasai oleh bangsa Indonesia sendiri.

Liberalisasi sektor migas telah terjadi di Indonesia. Kekayaan alam kita disedot habis oleh negara maju, dan kita diberi imbalan seonggok uang atas hasil penjualan migas kita; atas nama kontrak bagi hasil. Di sisi lain, migas kita lari ke negara-negara maju demi kestabilan roda gerak ekonomi industri mereka. Kita? Cuman melongo aja!

Liberalisasi migas terjadi di Indonesia berkat operasi intelijen yang dijalankan oleh negara-negara maju. Pengajuan pembuatan rancangan undang-undang migas didanai oleh lembaga asing. Ketua Komisi VII DPR RI saat itu yang menyetujui rancangan undang-undang migas, sayangnya berasal dari partai politik yang berasaskan Islam. Tujuan lembaga asing saat itu cuman satu: penguasaan secara tanpa sadar sumber daya alam Indonesia. Beruntung kita tak sadar. Jika kita sadar dikooptasi dan kita melawan, kemungkinan besar Indonesia akan diserang AS dan sekutunya, seperti layaknya Iraq dan penggulingan Soekarno. Yang jelas, negara kita telah kehilangan kontrol atas dampak investasi asing yang masuk di sektor migas

Kuasai dan Amankan!
Pasal 33 UUD 1945 (asli)
1. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan.
2. Cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara.
3. Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Pasal-pasal tersebut merupakan dasar geopolitik dan geostrategis bangsa Indonesia yang berpenduduk mayoritas muslim. Sektor migas harus dianggap layaknya kebutuhan bahan pokok. Sektor migas merupakan sektor strategis kehidupan rakyat. Sektor strategis harus dikuasai negara.

Liberalisasi yang tak terkontrol di sektor migas, dan menghilangkan peran negara, mengakibatkan hilangnya kekayaan alam yang seharusnya digunakan atau dimanfaatkan rakyat di Indonesia. Bukan malah cuman dapat duitnya semata.

Penguasaan negara atas sektor minyak bukan berarti menolak investasi swasta nasional ataupun asing. Tapi, berapa jauh negara mengatur dan menerima porsi raw material dan uang royalti yang menguntungkan bagi bangsa, dan digunakan untuk bangsa sendiri. Kunci dari perubahan menuju ke arah itu terletak pada revisi undang-undang yang mengatur sektor migas dan revisi kontrak migas.

Energi adalah penggerak perekonomian. Wajar jika negara-negara maju sangat rakus untuk mengamankan pasokan energi dalam negerinya. Kapankah kita mempunyai kesadaran seperti itu? Jangan menjadi negara yang memalukan, apalagi negara ini mayoritas adalah muslim. Jika suatu saat nanti dikuasai kembali oleh negara, satu hal yang tak boleh terlupakan: penindakan korupsi yang menggerogoti ekonomi kita sejak
Jadi, intinya, persoalan di dunia saat ini adalah penguasaan sektor energi untuk keamanan roda ekonomi negara di dunia. Intinya, persoalan saat ini bukanlah masalah agama. Bukan pula soal Islam. Bukan soal teroris (terorisme kerjaan intelijen pro asing!). Tapi, soal energi! Bukan soal duit dari jualan sumber energi, tapi soal barang mentah dari sumber energinya!!

No comments: